Perjalananku, Klaten-Cirebon-Klaten

Aku bukanlah orang hebat apalagi kuat, aku hanya orang biasa yang tak bisa apa-apa selain berusaha dan berdoa, akupun bukan orang pintar apalagi masalah agama, aku hanya belajar. Pagi itu aku sangat senang karena cita-cita ibuku dapat aku wujudkan, yaitu menjadi PNS, meski menjadi PNS jauh dari keluarga dan tidak punya saudara di tempat tugas, aku tetap bahagia dan riang, tak ada pikiran sedih karna jauh dari ortu, meski pada awalnya setiap malam aku menangis dikos karna kesepian tidak ada TV dan teman ngobrol namun jauh dalam benakku aku slalu berfikir bahwa proses ini adalah tangga menuju masa depan, jadi tetap mencoba menikmati smua keadaan. Setiap pagi dengan semangat dan seragam kebanggaanku lengkap dengan nama, emblem kab cirebon serta logo korpri slalu lengkap aku kenakan dengan bangga.

aku tinggal dikos dekat kampus Universitas Swadaya Gunung Jati dan Akademi Militer Kab. Cirebon yang rata-rata temannya mahasiswa dan ada beberapa dosen muda. Namun, karna kesibukan masing-masing kami hanya saling menyapa saat mau berangkat kerja dan kuliah, hanya sekedar tau nama saja. Teman dekat aku justru penjaga kos tepatnya yang bersih-bersih dan memenuhi kebutuhan kami dikos misalnya lampu mati dll. Aku juga sering minta dijemput diterminal karna tiap jum’at sabtu masih aku sempatkan untuk kuliah S2 di Semarang walau sampai sekarang tesisnya belum kelar. hehehehe

Setelah setahun bertahan didunia kos-kosan, akhirnya dengan penuh upaya dan uang pas-pasan, aku ambil perumahan didekat kantorku. Rumah tipe  30 dengan luas tanah 72 ini menjadi saksi bisu perjalananku selanjutnya. Rumah ini dibangun tanpa kamar mandi, dan aku belum ada rejeki untuk membangunnya. dengan keadaan seperti ini, aku tetep nekat nempatinya, dengan pertimbangan kalau masih kos aku harus bayar angsuran BTN dan kos. tanpa air untuk mandi aku bertahan beberapa hari disana dan belum punya tetangga, kalau mau pipis BAB dan mandi aku naik motor kekantor atau ke SPBU terdekat. ya, begitulah suka dukanya merantau, smua ku nikmati….

setelah beberapa hari bertahan aku harus kebandung selama 45 hari untuk diklat Prajabatan. Asyikkk makan geratis dan tidur geratis, dengan begitu aku dapat sedikit uang untuk bangun kamar mandi. Kesempatan itu aku minta tolong teman untuk mencarikan tukang dan selama aku dibandung aku berharap sudah selesai. ya aku saat itu tidak berfikir banyak, aku masih polos, masih aku anggap sahabatan dengan lain jenis itu biasa aja, tanpa sadar istri sang teman yang aku mintai tolong sering menelfonku saat aku pulang prajabatan menanyakan apakah suaminya ada dirumahku. sekali duakali aku masih biasa saja, namun setelah beberapa kali dugaan saya benar. ya sudahlah, kujadikan ini pelajaran besar, saya mohon maaf baik-baik, tapi saya tau kalau sang istri teman kantor saya masih suka cari info… saya menjadi menjauh dari teman-teman terutama teman-teman yang sudah beristri. beginilah nasib sang gadis perantau…

Meski hujan lebat dan bocor semua, aku bertahan dan tidak minta tolong pada siapapun karna nanti takut menimbulkan masalah, sampai kadang ada teman yang mampir dan tau sendiri keadaan saya. yang pasti aku jadi males minta tolong sampai akhirnya aku punya bnyak sahabat yang lajang namun sudah punya calon, aku slalu berusaha untuk mengenal calonnya dulu, minta dikenalin, kalau calonnya ngerasa terganggu ya aku langsung menjauh karena trauma.

Setelah lima bulan menjadi seorang gadis yang hidup diperumahan dan menjadi terkenal karna banyak yang membicarakan terutama bapak-bapak ronda yang suka godain kalau lewat depan rumah “mbak liliiiiissssss”…. Akhirnya akhir bulan september aku menikah, dan cuma satu minggu kami bareng dan harus melaksanakan tugas masing-masing. Suami tugas diklaten dan aku masih dicirebon, kadang seminggu sekali atau dua minggu sekali suami datang. Bulan oktober sampai Mei aku adalah orang yang super sibuk karena aku menangani pendataan UN sampai pengumuman UN, dalam bulan itu aku akan mengalami tugas dinas luar hampir tiap minggu bahkan seminggu bisa dua atau tiga kali.  sampai bulan itu selesai dilanjut dengan bulan puasa dan Alhamdulilah aku dinyatakan hamil, setelah banyak orang menanyaiku, ada juga beberapa yang mencibirku karna tak kunjung hamil, mungkin Allah mengijinkan aku untuk fokus ke Un sampai selesai.

Lebaran aku lalui dengan riang karena diUSG janinku sehat, aku tetap beraktifitas dicirebon dengan riang, walau aku harus menghadapi masa-masa ngidam sendirian. Sampai usia kandungan tiga bulan aku baca dibeberapa blog dan forum janinku sudah berbentuk sempurna walau ukurannya masih kecil, sudah ada tangan, kaki mata dll. Namun banyak yang bilang kog perute masih kecil dll dan saat dipuskesmas juga tidak dipercaya kalau hamil dan seorang PNS, ini karena perawakanku yang kecil. sampai akhirnya aku mengalami pendarahan.

Semaleman aku tidak bisa tidur, dengan tembok-tembok rumah yang menjadi saksi bisu saat itu, aku bolak balik kekamar mandi, bersujud dan menangis sendiri meminta pertolongan Allah dan setiap detik melihat jam dinding berharap segera pagi. aku dapat minta tolong kalau sudah pagi.

Pagi-pagi suami telfon, dia sangat kwatir tp tdk bisa berbuat apa-apa. Aku mencoba menenangkannya bahwa aku baik-baik saja, dan akan selalu baik-baik saja. Akhirnya aku mandi dan mengeluarkan motor, tidak enak kalau minta tolong pada atasanku lewat SMS, jadi aku mencoba akan berangkat kantor setelah itu baru minta tolong kedokter, tapi pas lihat darah dicelanaku yang semakin banyak, aku langsung pakai pembalut dan lihat tiket kereta masih ada. aku langsung sms ke atasanku minta ijin tidak masuk dan minta tolong dianter kekota. atasanku tidak tau dan beliau mengira aku mau kedokter, sampai dirumahku beliau kaget, aku menyambutnya dengan airmata yang mau jatuh dan akhirnya terjatuh, tapi aku sudah biasa menahan tangis, walau aku sangat cengeng, dengan panik beliau langsung menyuruhku masuk kedalam mobil, beliau menawariku kedokter, tp aku menolak aku ingin pulang. Aku tau beliau sangat bingung dan serba salah, tapi aku hanya ingin pulang saat itu, tak ada tetangga satupun yang tau. Suami telfon dan aku tidak mau beliau kwatir jadi aku terus bilang aku tidak papa.

Atasanku Bu Novi mencarikan tiket dan menyuruhku duduk, beliau mengajakku makan dan membelikan beberapa jajanan untukku. Aku hanya nurut, aku sudah pasrah semua yang terjadi adalah jalan yang harus aku tempuh. Karena manusia hanya menjalani apa yang sudah menjadi jalan sutradara… aku sudah berusaha, tapi aku tidak dapat mengubah takdir menjadi seperti apa mauku. Aku masuk kereta, dengan diam. samping kanan kiriku tidak tau kalau aku sakit, aku mencoba senyum pada siapapun termasuk petugas pengecek tiket. Aku hanya sms ke suami, jangan telfon aku baik-baik saja dan sekarang dikereta mau pulang. aku juga sms kakakku “mas aku pendarahan, tapi jangan kwatir, jangan bilang ibuk, jemput aku disetasiun dengan ibuk jam 4 sore soale aku langsung pengen keRSI, gak usah telfon, penting jemput wae”. kenapa saya tdk mau ditelfon karna saya tau pasti nangis kalau ditelfon dan membuat samping-sampingku bertanya.

Aku sampai dijogja sms kakakku “aku tidak kuat”, karena perutku seperti diremas remas sejak purwokerto tadi, sampailah diklaten, aku berdiri dan melihat tempat dudukku ada bekas darah, aku tutupi dengan bantal, aku berjalan sampai pintu, ternyata darah mengalir sampai dikaki, untung saya pakai celana hitam, petugas tidak curiga namun setelah aku turun ada darah menggenang ditempat aku berdiri tadi, pintu keluar stasiun sangat jauh rasanya, aku melihat seseorang mirip ibuku, aku bilang ibuuuuuu dan menangis, beliau benar ibuku dan langsung merangkulku “kowe kenopo nduk?” beliau menangis. Aku hanya bilang “ulatno sikilku kebak darah”, kami menangis dan jalan kaki kepintu keluar, smua petugas dan penumpang yg banyak melihatku dan ngomong ini itu aku nggak sempat dengar. Kakakku langsung menggendongku kemobil, dan dengan cepat kilat beliau menyetir dengan tangan penuh darah karena menggendongku, aku terus menangis dan meronta meminta ampun. Ibuku mengajakku istigfar… ya perjalanan yang sangat menegangkan dan mengharukan saat itu, mobil berhenti tepat didepan UGD, suamiku sudah menunggu didpan UGD dan menyiapkan tempat tidur yg bisa didorong. Aku …..bersambung

Lanjut yaw….kemaren udah sore….

Perawat, suami dan keluarga lari-lari mendorong tempat tidur itu, dan pintu UGD ditutup, aku hanya dengan perawat dan perawat bilang “jatuh tah mbak?” aku yang menangis jadi berhenti dan bilang hamil mas… langsung sang perawat bilang, bu siapkan persalinan (jadi ternyata sang perawat tadi taunya aku jatuh kecelakaan, lagi-lagi karna perawakanku yang kecil). Aku menghadapi keadaan sakitnya orang yang mau melahirkan sendirian, aku terus menyebut nama sang pencipta memohon pertolongan, Dokter tak kunjung datang dan akhirnya aku ditangani bidan, aku melahirkan dengan normal, namun perut masih sakit luar biasa. Aku minta dipanggilkan ibu, dan aku masih terus menangis karena kesakitan, ibukupun terus menangis sambil menenangkanku. Ada perawat yang baik menawariku obat dan aku tidak bisa minum obat akhirnya diberi obat yang dimasukkan kedalam dubur, dan beberapa menit kemudian aku sudah merasa baik, sang perawat bertanya “mbak adiknya Dokter Istikhomah ya?” aku hanya mengangguk-ngangguk karena kebetulan Dokter Isti adalah kakak dari suamiku.

Aku sudah bisa senyum pada ibuku, aku tidak lagi menangis, aku tau ibuku sangat sedih karena janinku sudah lahir, tapi sesedih apapun aku tak kan kuperlihatkan sedihku pada ibuku. Ibu mertuaku datang dan sudah diperbolehkan masuk serta suamiku, aku hanya meminta maaf pada suamiku karena tidak mampu menjaganya, suamiku tidak bilang apa-apa, beliau hanya mengangguk dan mencium keningku. Aku tau beliau sangat kecewa, tapi apa yang bisa aku lakukan? pikiranku kemana-mana… Perawat bilang mbak jangan makan minum ya? kata dokter nanti kuret jam 9 malam, ya memang aku sudah tidak makan dari pagi jawab batinku. Aku sangat tegar, sangat pasrah dan yakin Allah ada disampingku, apapun yang terjadi adalah yang terbaik. Aku terus membaca Al-Fatehah dan smua yang aku bisa, saat aku diganti baju dengan baju operasi dan dodorong masuk keruang operasi aku terus melafalkannya, sampai sang perawat yang membiusku bilang “mbak takut?, aaku hanya menggelengkan kepala dan tersenyum” ternyata hanya itu yang ku ingat, aku tidak ingat lagi aku diapakan,…

Sadarku jam 2 pagi, aku sudah diruang menginap biasa, aku terbangun dan melihat sayup-sayup tangan suamiku didekatku. Aku menggerakannya, dan aku bilang pengen minum, ibuku terbangun dan mengucap syukur, mereka sibuk menawariku ini itu termasuk ibu mertuaku. Tapi aku hanya menggeleng, aku hanya bilang pada suamiku menanyakan hpku, ternyata ada sms dari bu novi dan aku langsung menjawabnya, menceritakan semua keadaanku.

Paginya ada petugas rumah sakit yang membaca doa, beliau menanyakan dimana bayinya karena memang rata-rata yang diruang siti hajar adalah ibu-ibu yang setelah persalinan, dan aku tau beliau tidak sengaja menanyakannya. Aku hanya berkaca-kaca, ibuku yang mencoba menerangkannya. Ibu yang mengajak berdoa tadi berusaha menasehatiku, bahwa Allah punya rencana yang sangat indah, putra ibu akan menjadi penolong nanti diakherat dan beliau bilang banyak hal, dan membukakan pintu hatiku, Beliau memimpin doa dan aku bersama suami dan ibuku mengamini sambil menangis.

Pagi itu juga aku masih terbaring dirumah sakit, dan ibuku pergi mencari sarapan, aku hanya bersama suamiku yang kebetulan mendapat ijin dari atasannya untuk tidak bekerja, aku bilang maafkan aku ya say? tolong doakan aku segera dapat pindah tugas keklaten menemaniku, hari ini aku sadar, aku seorang wanita, aku seorang ibu dan istri, akulah yang harus menemanimu dsini, kumohon doakan aku… suamiku hanya mengangguk dan berkaca-kaca.

Hari demi hari aku hadapi sendiri karena suami dan ibuku sibuk bekerja. Aku juga belum bisa sholat, setelah 11 hari kemudian aku bersih dan bisa sholat, setiap hari aku gunakan untuk mendekat padaNya. Aku sholat dhuha dan tahajud serta membaca Al-Qur’an, kugunakan hari-hari cutiku untuk menyelesaikan iqro’ku… Aku sangat nyaman, walau kadang masih saja teringat dan sedih, setiap pagi aku masih menangis, tapi saat tangis ini mengalir aku langsung ambil air wudhu dan mendirikan sholat kemudian kulanjutkan dengan membaca Al-Qur’an dan alhamdulilah aku dapat meng-khatam-kannya sebelum aku kembali lagi ke Cirebon.

Pagi itu aku mendapat bbm dari suamiku “nanti malem mau nggak maen ke rumah BKD Klaten?”. Aku langsung bingung, kok kenal? beliau cerita kalau ada nasabah yang masih saudara dengan Kepala BKD, tadi dia ambil hutang trus cerita-cerita, barang kali ini jalan yang Allah bukakan. Aku hanya mengiyakan dan tidak berharap banyak karena takut kecewa. Aku silaturahmi dan hanya bawa diri, kami ngobrol panjang lebar, beliau memberi arahan banyak, yang membuatku membuka pikiran, dan aku tetap memasrahkan pada sang sutradara.

30 hari sudah aku istirahat dirumah, setelah itu aku berangkat lagi keCirebon, aku tidak langsung bergerak untuk mengajukan pindah, aku tetap menjalakan tugasku seperti biasa, tanpa ada yang tau perasaan kucuali Allah, aku terus tersenyum dan tak kutampakan kesedihanku, sebisa mungkin, setiap berjalan kaki masih banyak yang menyapaku dan aku sapa kembali “makin cantik aja” atau apalah aku tau mereka smua menyayangiku dan ingin membuatku tersenyum, keluarga dinas pendidikan kabupaten cirebon. Aku pasrah pada sang sutradara dan pada saat yang tepat baru aku cerita pada atasanku Bu Novi, alhmdulilah beliau memberi lampu hijau, aku tau beliau sangat menyayangiku, kami memang kompak dan sering diangggap kakak adik karena kemana bu novi pergi aku selalu diajak dan aku selalu senang karena dengan begitu aku dapat belajar.

Pilihan yang sangat berat memang, nanti mungkin diKlaten aku belum tentu mendapat atasan yang selalu memberiku kesempatan atau mensuport selama itu positif. Tapi setiap aku merenung malam aku selalu teringat bahwa aku adalah seorang wanita, surgaku adalah melayani suamiku dan hakekat berkeluarga kan untuk bersama. Banyak yang bilang, kenapa nggak suami saja yang pindah kecirebon, aku hanya tersenyum…. dalam hati aku menjawab, akulah istrinya kenapa suami yang harus kesini sedang suami tidak menuntukku harus pindah bukankah harusnya aku bersyukur dan tau diri. sesukses suksesnya aku dicirebon apalah artinya di akherat nanti. Hatiku berkecamuk, aku bukan orang yang pitar agama, aku hanya belajar. Kuharap smua orang mengerti…

Perjuangan terus terjadi, tidak mudah namun tidak sulit, smua juga merupakan campur tangan yang maha kuasa, tangis getir kulalui, aku terus berjalan menyusuri ribuan duri dan cacian, aku diam bukan karena takut, aku diam karena saat ini berkata sedikit bisa menjadikanku teramuk oleh masa, mengingat banyak sekali teman dan orang yang ingin pindah tugas dan belum tercapai, aku masih menunggu SK BKN dan banyak orang yang menanyaiku namun aku mencoba menghindar bukan karena sombong, tapi karena aku tidak ingin salah bicara. Kepada smua pembaca saya mohon doa dimudahkan jalannya (walau tinggal menunggu SK dan semua proses sudah saya jalani).

Aku menjual rumahku di Perumahan Sentany Regency blok i nomor 23, walau sayang sekali dengan rumah ini, namun inilah satu-satunya tabunganku dan mudah-mudahan berkah untuk Bidan Ema yang sudah membelinya, saat ini sambil bolak balik kadang ngurus ke Jogja, Semarang, Klaten sementara dicirebon aku tinggal digang kecil ada sebuah kos kecil di daerah pasar kalitanjung. Aku menjadi pusat perhatian disana, dengan seragam kebanggaanku ini aku berjalan kaki menyusuri gang dan kemudian naik angkot menuju kantor.

Tiap malam aku tidak dapat tidur karena kedinginan tidak ada selimut, tidak ada TV dan aku buta informasi kecuali dari facebook dan internet saat dikantor. Tetangga kamarku yang satu sudah punya anak dua, yang satu bayi, setiap detik menangis tiada henti mengingatkanku saat di Rumah sakit dan membuatku sangat sedih dan tidak bisa tidur. Samping kamar lagi juga tukang tralis, dia biasa dilapangan jadi setiap hari ngobrol sampai malam keras-keras, tertawa terbahak-bahak ya begitulah. Meski tidak pernah tidur, tapi aku nikmati saja… Semua ini sudah menjadi takdirku dan ini akan aku rindukan nanti, saat saat sendiri menyusuri gang seperti saat kuliah, naik angkot dan ketemu teman dalam angkot. Ya smua akan menjadi kenangan yang indah…. SMANGAT!!!

sampai disini dulu ya….

PANDUAN MEMILIH UPS

PRINSIP KERJA UPS
Setiap PC membutuhkan daya listrik. Kalau aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power nya tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan dengan aman, dan komputer dapat dimatikan dengan benar. Jadi fungsi UPS itu BUKAN agar user tetap dapat bekerja.

UPS memiliki dua sumber daya listrik : Primary Power Source dan Secondary Power Source. Salah satunya berasal dari main power (stop kontak / PLN), satunya dari baterai UPS. Di dalam UPS terdapat Switch yang mengatur sumber daya listrik mana yang digunakan untuk menyediakan suplai listrik ke beban (PC). Jika Primary Power Source tidak berfungsi, Switch akan mengaktifkan Secondary Power Source secara otomatis. Begitu juga sebaliknya jika Primary Power Source sudah kembali berfungsi.

PSU komputer membutuhkan arus listrik AC, sedangkan arus listrik dari baterai adalah DC. Oleh karena itu, di dalam UPS terdapat Inverter yang mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Di dalam UPS juga terdapat Rectifier yang mengubah arus AC dari main power menjadi arus DC untuk mengisi baterai pada saat main power bekerja.

Gambar 1 : Diagram paling simpel dari UPS

Udah pake UPS pas listrik mati kok PC tetep restart? Jangankan pas PLN mati, pas PLN hidup aja PC bisa restart sendiri.

Ada beberapa jenis gangguan suplai daya listrik ke PC antara lain :

1. Noise

Ini kalo tegangan (voltase) naik/turun tapi cuma sedikit (persentasenya kecil). Kalo standar 220 volt, sekitar 200 – 240 volt itu masih bisa dianggap noise. Kalopun selisih banyak, biasanya bertahap (gak langsung drop banget atopun tinggi banget). Noise yang macem begini biasa diatasi pake AVR. Tapi ya itu, AVR pun ada kelasnya. Ada yang cuma model sirkuit harga 50 ribuan, ada yang servo-motor harga 200 ribuan, ada yang ferro-resonant harga 700 ribuan (untuk 500VA semua loh). Ada harga ada rupa lah. PSU yang bagus juga biasanya sanggup ngatasi masalah Noise walopun gak pake AVR di luar PC.

Gambar 2 : Sinyal AC yang terganggu oleh Noise

2. Blackout

Ini kalo main power (PLN) tidak bekerja. Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout. Kalo mau ngetes fungsi UPS yang paling dasar ini ya cabut aja kabel power UPS nya dari stop kontak pas komputernya nyala. Tinggal diliat komputernya mati/restart gak.

3. Brownout / Sag

Ini kalo tegangan (voltase) dari main power turun (drop) dan naik lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Dropnya bisa nyampe separo dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini ketika lampu di ruangan seperti berkedip.

Penyebab Brownout pada umumnya adalah karena ada tambahan beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya ada yang nyalain mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar. Tambahan bebannya itu gak harus di rumah / kantor kita lho, bisa aja tetangga kita yang nyalain mesin trus pengaruh ke listrik kita lewat jaringan PLN.

Brownout ini lebih berpotensi menimbulkan masalah dibanding Blackout. UPS murahan belum tentu bisa ngatasi masalah Brownout ini. Yang harus diingat, kemampuan UPS untuk mengatasi Brownout ini TIDAK BISA dites dengan cara memutus main power ke UPS & menyambungnya kembali walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Dulu UPS yang kualitasnya kurang bagus saya colokin ke stavolt, komputernya dinyalain, trus power switch dari stavoltnya di-off & on-kan secepat mungkin, komputer gak mati / restart. Tapi pas lampu di ruangan kedip, komputernya tetep restart juga.

4. Surge & Spike

Kebalikan dari Brownout / Sag, ini kalo tegangan (voltase) dari main power melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Naiknya bisa nyampe puluhan kali dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Jadi kalo tegangan normal listrik kita 220 volt, surge ini bisa bikin jadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt.

Penyebab Surge pada umumnya adalah karena ada berhentinya beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya pas mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar dimatiin. Surge juga bisa terjadi ketika main power kembali nyala setelah terjadinya Blackout.

Istilah Spike lebih sering dipake untuk lonjakan tegangan akibat petir (lightning strikes). UPS berkualitas tinggi biasanya juga dilengkapi dengan Surge Protector.

JENIS – JENIS UPS
Pada dasarnya, UPS cuma ada 2 jenis, yaitu OFFLINE dan ONLINE. Perbedaannya adalah pada sumber daya listrik mana yang jadi Primary Power Source, mana yang jadi Secondary Power Source.

Pada UPS jenis OFFLINE, sumber listrik primer adalah stop kontak / PLN, sumber listrik sekunder adalah inverter (dari baterai). Beberapa yang termasuk istilah lain ataupun varian dari OFFLINE UPS ini antara lain : Standby UPS, Ferroresonant-Standby UPS, Line-Interactive UPS, Voltage & Frequency Dependent (VFD) UPS, Voltage Independent (VI) UPS.

Karakteristik penting yang ada pada Offline UPS adalah adanya Switch Time atau Transfer Time, yaitu waktu yang diperlukan oleh Switch untuk pindah dari sumber listrik primer ke sumber listrik sekunder pada saat sumber listrik primer dianggap gagal berfungsi, sehingga ada jeda waktu dimana beban tidak mendapat listrik.

Gambar 3 : Offline UPS
Garis putus – putus menunjukkan sumber listrik sekunder

Offline UPS generasi sekarang biasanya memiliki Transfer Time kurang dari 4 milidetik (4 ms). Cukupkah Transfer Time segitu? Tergantung PSU nya. Di PSU ada spesifikasi Hold Time atau Holdup Time yang menunjukkan berapa lama PSU masih bekerja sebelum benar – benar mati jika aliran listrik terputus.

Penjelasan soal Hold Time atau Holdup Time bisa dilihat di threadnya Bung Khurios2000 yang udah di-sticky. Yang penting Transfer Time nya UPS harus lebih kecil daripada Hold Time nya PSU. Adanya Transfer Time membuat sebagian orang tidak menganggap Offline UPS sebagai UPS karena tidak benar – benar “uninterruptible”.

Sepanjang pengalaman saya, Transfer Time 4 ms biasanya cukup untuk PSU abal-abal sekalipun. Cara membuktikannya ya sama dengan cara membuktikan kemampuan UPS mengatasi Blackout seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Pada UPS jenis ONLINE, sumber listrik primer adalah inverter (dari baterai). Inverter bekerja terus – menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban (PC), sedangkan rectifier dari AC ke DC bekerja terus – menerus untuk mengisi baterai. Itu sebabnya juga disebut DOUBLE CONVERSION UPS atau DOUBLE CONVERSION ONLINE UPS. Kalau main power tidak berfungsi, hanya rectifier dari AC ke DC yang berhenti bekerja, sedangkan kerja inverter tidak berubah (tidak ada Transfer Time / Switch Time). UPS jenis ini juga disebut Voltage & Frequency Independent (VFI) UPS karena tegangan dan frekuensi outputnya tidak dipengaruhi oleh input.

Pada Online UPS juga terdapat Switch yang otomatis mengambil aliran listrik dari sumber listrik sekunder (langsung dari PLN) jika inverter / baterai tidak bekerja. Biasanya Switch ini juga bisa difungsikan secara manual (manual bypass) untuk maintenance baterai. Tidak adanya Transfer Time / Switch Time membuat sebagian orang menyebut Online UPS sebagai “True UPS”.

Gambar 4 : Online UPS
Garis putus – putus menunjukkan sumber listrik sekunder

SPESIFIKASI UPS
Kalo milih UPS, ada spesifikasi yang bisa dibaca di box / manual / website nya. Di sini cuma dibahas beberapa spesifikasi yang penting untuk diperhatikan.

1. UPS Type / Topology

Jenis UPS ini yang paling penting. Intinya: ONLINE atau OFFLINE? Biasanya, kualitas inverter di Online UPS secara umum lebih baik daripada di Offline UPS. Hal ini karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang – kadang dan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi kalo kualitasnya gak persis ama listrik PLN ya dianggap gak terlalu berisiko merusak PC. Beda dengan Online UPS yang inverternya bekerja terus – menerus, jadi kualitas outputnya harus bener – bener bagus.

2. Load Rating (Capacity & Run Time)

Kapasitas UPS tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Mau dipake berapa PC? Total daya berapa Watt? Yang harus diingat, kapasitas UPS (juga perhitungan beban) ini bisa dinyatakan sebagai Apparent Power, bisa juga sebagai True Power.

True Power = Power Factor x Apparent Power

Biasanya Apparent Power dinyatakan dalam satuan VA (Volt-Ampere), sedangkan True Power biasa dinyatakan dalam satuan Watt. Jadi ada UPS yang nulis spec Maximum Load-nya 600VA (480 Watt). Artinya Apparent Power = 600VA, True Power = 480Watt, Power Factor = 0,8. Kalo di spec UPS cuma ada Apparent Power (pake satuan VA), untuk amannya ambil Power Factor (faktor daya) = 0,6.

UPS yang bagus biasanya dia punya tabel / gambar Run Time seperti ini.

Tabel 1 : Run Time Chart

Artinya, kalo PLN mati pas baterai UPS nya penuh (100%), trus dipasang beban 600VA, UPS bisa menyediakan listrik selama 5,8 menit. Kalo bebannya 300VA, bisa nyala 14 menit. Yang pasti UPS gak akan bisa menyediakan listrik di atas beban maksimumnya. Kalo dari tabel di atas, bukan berarti UPS itu bisa nyala 3 menitan kalo bebannya 800VA, tapi malah gak nyala samasekali.
Sebagian UPS mungkin gak menyediakan Run Time Chart seperti itu, tapi menyebutkan Typical Run Time at Full Load dan Typical Run Time at Half Load.

3. Output Voltage & Frequency

Udah tau khan? Yang pasti harus sama dengan standar tegangan listrik untuk PC (di kita 220 volt, 50 Hz).

4. Electrical Waveform Output

Nah, ini yang sering kurang diperhatikan. Bentuk gelombang yang ideal untuk arus bolak – balik (AC) adalah Sinusoidal (Sinewave). Bentuk gelombang yang paling jelek adalah Squarewave. Tapi sampai saat ini belum ada Inverter murah yang bisa menghasilkan Sinewave Output.

Untuk menekan harga UPS biasanya pada Offline UPS digunakan Inverter yang menghasilkan Modified Squarewave. Bentuk gelombangnya dibuat mendekati (mirip) Sinewave. Ada yang menyebutnya “Stepped approximation to a sinewave“, “Pulse-width modified squarewave“, “Modified stepwave“, atau “Modified sinewave“.

Gambar 5 : Electrical Waveform Type

Sekali lagi, karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang – kadang dan dalam waktu yang relatif singkat, bentuk gelombang yang bukan sinusoidal itu dianggap cukup aman untuk PC.

Cara gampang untuk ngetes bentuk gelombang output UPS adalah pasang lampu TL di UPS, trus cabut kabel power UPS nya dari stop kontak. Kalo lampunya kedip – kedip atau berdengung, itu tanda bentuk gelombangnya bukan sinusoidal. Tapi itu tergantung kualitas ballast & lampunya juga sih. Kalo mau pasti ya dites pake alat yang namanya oscilloscope.

Untuk ONLINE UPS udah hampir pasti menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal karena Inverternya bekerja terus menerus. Karena itu harga ONLINE UPS gak ada yang murah.

Btw saya belum pernah tau ada Offline UPS yang outputnya True Sinewave yang harganya di bawah Rp 2 juta (kurs Rp 9000/US$), bahkan untuk kapasitas cuma 500-750VA.

5. Transfer Time

Yang ini udah disinggung di atas tadi, cuma ada di Offline UPS. Yang penting angkanya lebih kecil daripada Hold Time nya PSU yang dipake.

6. Power Conditioning

Ini adalah kemampuan UPS untuk “memuluskan” aliran listrik dari main power sebelum diteruskan ke beban (PC). Ini terutama untuk OFFLINE UPS. Yang paling mendasar adalah Voltage Regulation (untuk mengatasi noise). Hampir semua Offline UPS sekarang udah built-in AVR (Automatic Voltage Regulator). Tapi ya seperti yang sudah disebutkan di atas, AVR yang ada di dalam UPS juga macem – macem kelasnya. UPS yang bagus biasanya bisa diatur tingkat sensitivitas dari AVR nya.

Fitur berikutnya yang ditambahkan biasanya adalah Surge Suppression (untuk mengatasi surge / spike).

Untuk ONLINE UPS, kualitas output samasekali lepas dari kualitas input (dalam kondisi beroperasi normal). Jadi untuk Online UPS, fitur Power Conditioning gak terlalu penting kecuali kalo di-bypass (gak pake baterai). Yang lebih penting adalah Output Voltage Regulation, karena kualitas keluaran baterai bisa berubah sesuai umur baterai.

Perlu diingat, sebagian besar penyebab masalah (hardware) pada komputer berhubungan dengan aliran listrik. Jadi, kalo mau bandingin UPS, yang penting bukan pertanyaan “UPS Anda bisa nyala berapa menit?”
Karena mau nyala berapa menit pake berapa komputer itu bisa dihitung (UPS sizing). Walopun kadang spec UPS ada yang bo’ong juga sih.

Yang penting adalah pertanyaan “Apakah UPS Anda sudah pernah gagal ?” (dalam arti kompie tetep mati / restart) ditambah pertanyaan :
– “Seberapa parah aliran listrik di tempat Anda?”
– “Berapa jam UPS & komputer Anda nyala setiap hari?”
– “Seberapa sering alarm UPS Anda bunyi?”
– “Udah berapa lama UPS itu Anda pake?”
dan yang gak kalah penting : “Komputer Anda pake PSU apa?”

Gak aneh kalo si A bilang dia pake UPS anu tapi komputer tetep mati / restart pas PLN mati, sedangkan si B pake UPS yang sama tapi gak merasa ada masalah. Yang bikin beda adalah kualitas aliran listrik di masing – masing lokasi.

Sebagai gambaran, kualitas listrik PLN di kantor Anda biasanya termasuk paling baik kalau kantor Anda ada di daerah perkotaan, pakai trafo sendiri (tiga fasa, daya terpasang di atas 200 KVA). Sedikit di bawahnya adalah yang tiga fasa tapi trafonya dipake rame – rame (daya terpasang 23 – 200 KVA). Di bawahnya lagi adalah yang instalasi PLN nya satu fasa (daya terpasang di bawah 23 KVA) tapi masih di daerah perkotaan. Yang paling parah kalo rumah Anda jauh dari kota, jauh dari jaringan tiga fasanya PLN. Masih mending kalo rumah Anda yang pertama narik kabel dari trafo satu fasanya (paling dekat ke trafo satu fasa).

Agak susah diprediksi kalo kantor Anda pake genset terus. Walopun kualitas aliran listrik dari PLN di negara kita belum terjamin, tapi masih ada standarnya lah. Pake genset sendiri lebih berpotensi menimbulkan masalah.

Sekedar sharing, kantor saya (toko retail) 12 jam kerja pake genset terus. Genset rakitan, seken pula (100 KVA). Walhasil banyak gangguannya seperti tegangan & frekuensi naik-turun. Komputer jadi sering mati / restart. Padahal semua udah pake Offline UPS yang untuk ukuran orang semarang termasuk “bermerk” dan “mahal” (600VA harga 900 ribuan). Yang paling gampang dilihat kalo pas pindah dari PLN ke genset atau sebaliknya, hampir pasti restart. Sama juga kalo pas lampu di ruangan keliatan kedip.

Mulai deh, PSU pada jebol (emang sih PSU abal – abal semua), harddisk gak kedetect, motherboard juga rusak. Awalnya saya kira kapasitas UPS kurang, jadi coba ganti yg kapasitas lebih gede (merk & tipe sama), ternyata gak ngaruh. Coba tipe lain, merk lain (yang setara), masih sama saja. Ditambah servo-motor AVR (abal – abal) juga sami mawon.

Akhirnya coba “merk internasional” yang “direkomendasikan“, sampe sekarang udah lebih dari 2 tahun belum pernah bikin komputer restart apalagi mati kalo pas ada gangguan listrik. UPS nya masih yang jenis OFFLINE lho, juga outputnya masih “Stepped approximation to a sinewave“. Harganya sekarang malah cuma 700 ribuan untuk 500VA. Kebetulan juga udah beberapa bulan ini kantor saya pake PLN terus, gensetnya standby ajah.

Peranan PSU jelas penting, karena arus listrik ke komponen – komponen PC itu diatur oleh PSU. Kesimpulannya, kalo mau ngetes kualitas UPS, cobalah di tempat yang kualitas jaringan listriknya paling jelek (biasanya di kampung / permukiman yang jauh dari pusat kota), pake PSU abal – abal yang paling murah. Baru ntar ketauan kualitas UPS nya.

UPDATE 6 MARET 2007

Menurut standar BS EN 62040-3:2001 ada tiga jenis UPS utama (istilah yg standar) :

1. VFI (Voltage and Frequency Independent)

Disebut demikian karena tegangan dan frekuensi output tidak dipengaruhi oleh tegangan dan frekuensi input. Ini yg biasa dikenal dengan nama Online UPS atau Double Conversion UPS.

2. VFD (Voltage and Frequency Dependent)

Disebut demikian karena tegangan dan frekuensi output dipengaruhi oleh (sama dengan) tegangan dan frekuensi input. Ini yg biasa dikenal dengan nama Standby UPS atau Offline UPS. Skema seperti gambar 3 diatas tapi tanpa filter.

3. VI (Voltage Independent)

Disebut demikian karena disertai filter/stabilizer/AVR sehingga tegangan output distabilkan, sedangkan frkuensi output nya tetap mengikuti frekuensi input. Menurut beberapa website UPS, ini yang disebut juga UPS Line-Interactive. Skemanya seperti gambar 3 diatas.

Sedangkan menurut website APC dan PC Guide, disebut UPS Line-Interactive bila dalam UPS tersebut konverternya hanya ada satu, sekaligus berfungsi sebagai Rectifier (AC-DC) dan juga Inverter (DC-AC). Skemanya seperti gambar dibawah ini.

Gambar 6 : Line-Interactive UPS (dengan single konverter menurut beberapa sumber)
Garis putus – putus menunjukkan sumber listrik sekunder

Adapun Ferroresonant-Standby UPS adalah Standby UPS yg transfer switch dan filter/stabilizer/AVR nya digantikan oleh sebuah ferroresonant transformer. Keuntungannya adalah Transfer Time yang lebih singkat (bisa diasumsikan 0 milidetik), karena bila arus listrik dari Primary Power Source putus tiba2, energi yg tersimpan di medan magnetik transformer tetap mensuplai listrik output sampai Secondary Power Source nya bekerja.

Gambar 7 : Ferroresonant-Standby UPS
Garis putus – putus menunjukkan sumber listrik sekunder

Saya berpendapat, Line-Interactive maupun Ferroresonant Standby UPS itu semua hanya varian dari Standby / Offline UPS, karena secara prinsip Primary Power Source nya adalah utility power (PLN). Tapi tentu saja penambahan fitur akan memperbaiki kinerja (kehandalan) UPS.

(http://mrcomp.wordpress.com/2010/06/16/panduan-memilih-ups/)

Idialisme………..baik? buruk?

2012-04-16-15-35-12.jpg

Dari dulu, sering sekali aku selalu bertanya kepada orang2 yang dekat dengan aku, bagaimana pendapatnya tentangq saat pertama lihat dan setelah dekat, kebanyakan mereka menjawab: you people are simple, easy to hang, unique and idealism…..

Dan begitupun semalam ketika aku catting dengan teman lama yang seperjuangan dulu, tiba-tiba dia bilang: ternyata kamu tidak berubah ya? masih seperti dulu…. aku jawab: iya tah? emang aku dulu seperti apa?? dia menjawab: IDIALISME DAN SLALU SEMANGAT!!!

dari situ aku tertarik untuk membuka file file tentang idialisme, baguskah? atau jelekkah sifat2ku tadi…. tentunya semua harus berimbang, karna semua yang terlalu itu tidak baik bukan… namun aku balas saja cattingan itu dengan “KADANG AKU INGIN MENJADI WANITA YANG LEMAH LEMBUT, YANG SEMBODRO DAN SEPERTI YANG DIINGINKAN BANYAK PRIA, NAMUN BETAPA EGOISNYA AKU PADA DIRIKU KALAU BEGITU, KARNA BANYAK SEKALI ORANG YANG MENGINGINKAN SEPERTI AKU” JADI YA TETAP BERSYUKUR DAN BERUSAHA MENJADI LEBIH BAIK DISEGALA HAL….

INILAH KUTIPAN TENTANG IDIALIS yang saya kutip dari beberapa web….

tiga jenis manusia yang bisa kita ambil pelajaran darinya.

Manusia tipe pertama yaitu manusia idealis. Manusia tipe ini menjalankan amanah yang diembannya sebagai sebuah tanggungjawab yang akan dipertanyakan di akhirat kelak. Bia ia menjadi seorang pemimpin, ia memiliki visi yang jelas kedepan akan organisasi/masyarakat yang dipimpinnya. Manusia jenis ini juga bekerja all out, tidak setengah-setengah. Sehingga apapun yang dikerjakannya, dengan segala daya upaya, semata-mata hanya mencari ridho-Nya dan kemaslahatan bersama.

(http://situsangkakala.blogspot.com/2012/04/antara-idealism-pragmatism-dan-robotism.html)

Selanjutnya adalah Soekarno. Pada masa mudanya, Soekarno sudah terbiasa diperlihatkan pemandangan betapa anak negeri ini (kaum pribumi) diperbudak oleh penjajah Belanda. Lingkungannya pun (lingkungan terpelajar dan priyayi) sudah menganggap bahwa hal itu adalah biasa. Lalu ketika dia beranjak dewasa, dia menyadari bahwa ini semua salah dan dia mulai merawan arus “realistik” penjajahan, dan mulai mengkampanyekan idealisme kebebasan (kemerdekaan) bangsa Indonesia.

Sebutlah semua orang atau pemimpin besar di bumi ini, maka orang tersebut pada awalnya selalu mempunyai idealismenya sendiri yang pada akhirnya menghantarkannya kepada kesuksesan. Atau mungkin jika ingin menggunakan pembuktian terbalik: coba anda carilah pemimpin atau orang besar dunia yang tidak punya idealisme, itupun kalau anda bisa menemukannya.

Idealisme adalah sumber perubahan. Perubahan terjadi karena tidak adanya kepuasan terhadap kondisi terkini, perubahan terjadi karena ada “kesalahan” atas suatu hal, perubahan dapat dilakukan hanya bila ada keberanian, dan keberanian untuk melakukan perubahan merupakan implementasi nyata dari idealisme.

Namun perlu diperhatikan juga bahwa idealisme tidak bisa berdiri sendiri. Idealisme juga memerlukan realisme. Idealisme dan sikap realistik bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi satu sama lain secara absolut. Tanpa adanya sikap realistik, idealisme hanya akan menjadi angan-angan utopis: bagaikan mimpi di siang bolong. Sikap idealis tanpa sifat realistis hanya akan menjadi bunga tidur dalam kehidupan yang tidak lebih baik dari khayalan orang sakit jiwa.

Perlu ada keseimbangan koheren antara sifat idealisme dan realistis agar menjadi manusia seutuhnya. Sikap realistis diperlukan untuk memahami dan menginsyafi kondisi riil di lapangan. Sedangkan sikap idealis diperlukan untuk memperbaiki atau menyempurnakan kekurangan yang terjadi dalam realita. Tidak mungkin seorang manusia hanya mengikuti arus (realistis) selama-lamanya, atau hidup akan menjadi statis. Tidak mungkin juga seorang manusia hanya mengutamakan idealismenya semata dengan mengacuhkan realita kalau tidak ingin dikatakan seorang pemimpi.

Jadi pada kenyataannya, sikap idealis dan realis bukanlah suatu hal yang saling berkontradiktif. Justru sebaliknya, kedua hal itu harus selaras berjalan dalam pikiran dan sikap kita agar hidup selalu mengalami progresifitas. Keseimbangan antara idealisme dan realism dapat menghasilkan output yang tentunya lebih baik daripada hanya condong ke satu sisi saja. (http://filsafat.kompasiana.com/2010/11/09/orang-idealis-vs-orang-realistis-318068.html)

SETIA

Ini adalah sebuah percakapan yang tak pernah usai. Lebih tepatnya, aku tak pernah berniat ingin mengakhirinya. Sebuah dialog dengan hati nurani yang tak pernah berhenti bertanya. Tentang kehidupan. Ya, karena bagiku hanya nuranilah yang paling setia mendengarkan lukaku. Orang lain mungkin akan dengan senang hati mendengarkan sukaku, namun hanya berbasa basi dengan lukaku. Hanya dia yang tak pernah berbasa basi. Hanya dia yang benar benar tulus.

Entahlah, aku tak tau dengan apa yang terjadi di sekitarku. Yang pasti, aku tidak sedang memejamkan mata dan menutup telinga. Aku bisa mendengar dan melihat semuanya dengan jelas. Meskipun hanya sebatas sandi kedipan mata atau bahasa yang paling tidak kumengerti sekalipun. Aku tau semuanya.

Aku hanya ingin bertanya padamu, Nurani. Apakah hidup harus selalu seperti ini? Harus selalu sama dengan kebanyakan yang orang lain lakukan? Apakah harus selalu tentang itu dan itu? Bukankah semua itu percuma jika kita tak melakukannya dengan ikhlas. Bukankah semua itu omong kosong, jika kita melakukannya hanya karena ingin dilihat orang lain. Ah, aku tak tau dengan apa yang kutanyakan ini. Adakah orang lain selain aku yang bertanya tentang ini?

Angin membawa kabar padaku, tentang kebahagiaan dan kesedihan. Dia meyakinkanku bahwa keduanya datang silih berganti dan saling berhubungan. Keduanya ada untuk saling mengingatkan adanya keseimbangan rasa dalam kehidupan.

Namun, akhir-akhir ini aku sangat sering merasa terluka, baik oleh sahabat ataupun bisikan-bisikan disampingku yang sayup-sayup aku dengar, mereka selalu bilang kesana kemari tanpa tau duduk permasalahnya, dan kau tau… aku jelaskanpun rasanya percuma karena bisikan mereka lebih kuat… selalu aku memilih diam dan tersenyum, sahabat2pun pergi satu persatu, tapi biarlah… Aku tau Allah akan memberikan sesuatu tanggungjawab yang besar untukku, seperti biasanya aku diuji, digunjing, kemanapun kulangkahkan kaki, smua orang melihatku dan membisikan suatu hal, bahkan kerumahMUpun tempat dimana seharusnya mersimpuh, bukan menggunjing orang lain, membicarakan kesana kemari…

Sedang dikampus, Semarang tempat yang slalu aku rindukan, lagi2 aku dibuat kecewa oleh sahabatq yang lagi2 berbohong padaku… entahlah apa niatnya… aku slalu terbuka dengan mereka, dan berharap merekapun juga… hah rasanya aku terlalu banyak mengeluh… sudahlah saatnya kamu buktikan “Lilis:, smua ini akan segera berbalik…. dulu kan juga begitu… bukan yang pertama…. dan sudah biasa….

Nurani, kuatkan aku. Bisakah kita selalu berbicara tentang kehidupan? Setiap waktu dan seumur hidup. Karena hanya kau dan DIA yang tahu, bahwa saat ini aku tidak sedang memejamkan mata dan menutup telinga. Terima kasih…

TETAP SMANGAT!!!!

CARI TITIK KOORDINAT SEKOLAH U/ PENDATAAN RAPORT

Untuk mencari koordinat lokasi sekolah Anda, silakan menggunakan bantuan Google Maps, Untuk mencari koordinat sekolah anda menggunakan Google Maps anda dapat melakukan langkah sebagai berikut :

    1. Anda dapat mengakses Google Maps pada tautan:http://maps.google.com
    2. Cari daerah sekolah Anda pada peta Google Maps dengan menggunakan tombol zoom dan tombol arah.
    3. Setelah menemukan lokasi yang tepat, lakukan klik kanan pada lokasi tersebut dan pilih “What’s Here?” dari pilihan menu yang ada.

    1. Google akan menampilkan posisi sekolah anda dengan memberikan penanda.
    2. Sorot penanda tersebut tersebut untuk memunculkan koordinat atau Anda dapat melihat koordinat yang sama muncul pada kolom pencarian alamat.

Susunan koordinat yang tampil pada peta dan atau pada kolom pencarian adalah (koordinat Lintang, koordinat Bujur).

Belajar Tentang SIPKD

SIPKD merupakan seperangkat aplikasi terpadu yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektifitas implementasi berbagai regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah yang didasarkan pada asas efisiensi, ekonomis, efektif, transparan, akuntabel dan auditabel.

SIPKD juga merupakan salah satu manifestasi aksi nyata fasilitasi Departemen Dalam Negeri terhadap pemerintah daerah dalam bidang pengelolaan keuangan daerah, dalam rangka penguatan persamaan persepsi dalam menginterpretasikan dan mengimplementasikan berbagai peraturan perundang-perundangan dalam bentuk sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah.

Seputar implementasi SIPKD
 

Apa SIPKD ?

SIPKD (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah) merupakan seperangkat aplikasi terpadu yang dipergunakan sebagai alat bantu dalam meningkatkan efektifitas implementasi berbagai regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah yang didasarkan pada asas efisiensi, ekonomis, efektif, transparan, akuntabel dan auditabel.

SIPKD juga merupakan salah satu manifestasi aksi nyata fasilitasi Kementerian Dalam Negeri terhadap pemerintah daerah dalam bidang pengelolaan keuangan daerah, berkaitan dengan penguatan persamaan persepsi dalam interpretasi dan implementasi berbagai peraturan perundang-perundangan dalam bentuk sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah.

 

Pengguna SIPKD ?

Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia diharapkan dapat menggunakan SIPKD, dalam rangka penguatan implementasi regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah. Pada tahap awal, 171 Pemerintah Daerah telah ditetapkan sebagai daerah basis implementasi SIPKD.

  1. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembinaan terhadap pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan dan aksi fasilitasi.

3. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan dalam menyajikan data dan informasi keuangan daerah, utamanya terkait dengan kebijakan sinkronisasi keuangan negara dan keuangan daerah.

 

Substansi SIPKD ?
Secara substansial aplikasi SIPKD dibagi menjadi 2 (dua) bagian, terdiri dari Core system dan Non Core System.

1. Core System dibagi menjadi 4  (empat) modul, terdiri dari : modul perencanaan, modul penganggaran, modul pelaksanaan dan penatausahaan, serta modul pertanggungjawaban.

2. Non Core System dibagi menjadi 5 (lima) modul, terdiri dari : modul gaji, modul asset, modul pinjaman, modul piutang dan Sistem Informasi Eksekutif (SIE).
 

Konfigurasi Infrastruktur SIPKD

  • Based on .NET dan SQL Server
  • Running on Windows Server
  • Web based application
  • Online dan Offline mode

PERUBAHAN KURIKULUM

 Oleh Agus Suhartono Putra

Diunduh dari http://www.kompasberita.com/2012/01/analisis-kritis-perubahan-kurikulum-pendidikan-di-indonesia/   pada tanggal 23 Mei 2012

 
Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal.
Perubahan kurikulum didasari pada kesadaran bahwa perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional, termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan.
Perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia dewasa ini salah satu diantaranya adalah karena ilmu pengetahuan itu sendiri selalu dinamis. Selain itu, perubahan tersebut juga dinilainya dipengaruhi oleh kebutuhan manusia yang selalu berubah juga pengaruh dari luar, dimana secara menyeluruh kurikulum itu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh prubahan iklim ekonomi, politik, dan kebudayaan. Sehingga dengan adanya perubahan kurikulum itu, pada gilirannya berdampak pada kemajuan bangsa dan negara. Kurikulum pendidikan harus berubah tapi diiringi juga dengan perubahan dari seluruh masyarakat pendidikan di Indonesia yang harus mengikuti perubahan tersebut, karena kurikulum itu bersifat dinamis bukan stasis, kalau kurikulum bersifat statis maka itulah yang merupakan kurikulum yang tidak baik.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis akan membahas permasalahan yang dihadapi dalam mencari alternatif jawaban ataupun solusi bijak yang bisa dipecahkan bersama sehingga dapat terwujud pemahaman mengenai perubahan kurikulum. Untuk menganalisa masalah diatas penulis mengkemasnya dengan judul Analisis Kritis Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia.
  1. A.     Esensi Perubahan Kurikulum
Dalam perspektif soetopo dan soemanto pengertian perubahan kurikulum agak sukar untuk dirumuskan dalam suatu devinisi. Suatu kurikulum disebut mengalami perubahan bila terdapat adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara dua periode tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja, tentunya menuju movement yang lebih baik.
Berbeda dengan ungkapan nasution, perubahan kurikulum mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan, dan mereka-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum juga disebut devolupment (pembaharuan) atau inovasi kurikulum.
Mengenai makna perubahan kurikulum, bila kita bicara tentang perubahan kurikulum, kita dapat bertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses pembelajaran. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. Keduanya saling berinteaksi. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu di revisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid didalam kelas. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya dirrencanakan, karena dalam interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya menjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan cita-cita, nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak didiknya. Kurikulum ini sangat erat hubungannya dengan kepribadian guru.
Kurikulum yang formal mengubah pedoman kurikulum, relatif lebih terbatas dari pada kurikulum yang riil. Kurikulum yang riil bukan sekedar buku pedoman, melainkan segala sesuatu yang dialami anak dalam kelas, ruang olahraga, warung sekolah, tempat bermain, karya wisata, dan banyak kegiatan lainnya, pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik, sebab menyangkut banyak variabel. Perubahan kurikulum disini berarti mengubah semua yang terlibat didalamnya, yaitu guru sendiri, murid, kepala sekolah, penilik sekolah juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. Seperti yang telah penulis paprkn di atas, bahwa perubahan kurikulum adalah perubahan sosial, curriculum change is social change.
  1. Jenis-Jenis Perubahan
Menurut Soetopo dan Soemanto, Perubahan kurikulum dapat bersifat sebagian-sebagian, tapi dapat pula bersifat menyeluruh.
  1. Perubahan sebagian-sebagian
Perubahan yang terjadi hanya pada komponen (unsur) tentu saja dari kurikulum kita sebut perubahan yang sebagian-sebagian. Perubahan dalam metode mengajar saja, perubahan dalam itu saja, atau perubahan dalam sistem penilaian saja, adalah merupakan contoh dari perubahan sebagian-sebagian.
Dalam perubahan sebagian-sebagian ini, dapat terjadi bahwa perubahan yang berlangsung pada komponen tertentu sama sekali tidak berpengaruh terhadap komponen yang lain. Sebagai contoh, penambahan satu atau lebih bidang studi kedalam suatu kurikulum dapat saja terjadi tanpa membawa perubahan dalam cara (metode) mengajar atau sistem penilaian dalam kurikulum tersebut.
  1. Perubahan menyeluruh
Disamping secara sebagian-sebagian, perubahan suatu kurikulum dapat saja terjadi secara menyeluruh . Artinya keseluruhan sistem dari kurikulum tersebut mengalami perubahan mana tergambar baik didalam tujuannya, isinya organisasi dan strategi dan pelaksanaannya.
Perubahan dari kurikulum 1968 menjadi kurikulum 1975 dan 1976 lebih merupakan perubahan kurikulum secara menyeluruh. Demikian pula kegiatan pengembangan kurikulum sekolah pembangunan mencerminkan pula usaha perubahan kurikulum yang bersifat menyeluruh. Kurikulum 1975 dan 1976 misalnya, pengembangan , tujuan, isi, organisasi dan strategi pelaksanaan yang baru dan dalam banyak hal berbeda dari kurikulum sebelumnya.
  1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan kurikulum
Menurut Soetopo dan Soemanto, ada sejumlah faktor yang dipandang mendorong terjadinya perubahan kurikulum pada berbagai Negara dewasa ini.
Pertama, bebasnya sejumlah wilayah tertentu di dunia ini dari kekuasaan kaum kolonialis. Dengan merdekanya Negara-negara tersebut, mereka menyadari bahwa selama ini mereka telah dibina dalam suatu sistem pendidikan yang sudah tidak sesuai lagi dengan cita-cita nasional merdeka. Untuk itu , mereka mulai merencanakan adanya perubahan yang cukup penting di dalam kurikulum dan sistem pendidikan yang ada.
Kedua, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sekali. Di satu pihak, perkembangan dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah menghasilkan diketemukannya teori-teori yang lama. Di lain pihak, perkembangan di dalam ilmu pengetahuan psikologi, komunikasi, dan lain-lainnya menimbulkan diketemukannya teori dan cara-cara baru di dalam proses belajar mengajar. Kedua perkembangan di atas, dengan sendirinya mendorong timbulnya perubahan dalam isi maupun strategi pelaksanaan kurikulum.
Ketiga, pertumbuhan yang pesat dari penduduk dunia. Dengan bertambahnya penduduk, maka makin bertambah pula jumlah orang yang membutuhkan pendidikan. Hal ini menyebabkan bahwa cara atau pendekatan yang telah digunakan selama ini dalam pendidikan perlu ditinjau kembali dan kalau perlu diubah agar dapat memenuhi kebutuhan akan pendidikan yang semakin besar. Ketiga faktor di atas itulah yang secara umum banyak mempengaruhi timbulnya perubahan kurikulum yang kita alami dewasa ini.
  1. Sebab-Sebab Kurikulum Itu Diubah
Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi Negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh.
Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adulatif (pembujukan) dan society-centered.. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered.
Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya.
Perubahan dalam masyarakat, eksplosi (ledakan) ilmu pengetahuan dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.
  1. Kesulitan-Kesulitan Dalam Perubahan Kurikulum
Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaharuan. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah.
Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif (tertutup) dan guru termasuk golongan itu juga. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Akan tetapi ada pula kalanya, bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan.
Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaharuan yang telah dimulainya itu. Dalam pembaharuan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih “mudah” daripada menerapkannya dalam praktik. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan, masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya, oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan.
Disadari atau tidak pembaharuan kurikulum pastinya memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan baru, yang tidak selalu dapat dipenuhi. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru sebelum terbukti kelebihannya. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat, karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama.
  1. B.     Ironi Kurikulum Pendidikan di Indonesia
Polemik yang telah pamakalah paparkan  di atas mengenai perubahan kurikulum yang ada di Indonesia, dari mulai pergantiannya hingga pelaksanaan kurikulum yang baru. Penulis dapat menarik satu benang merah bahwa kurikulum dalam pengertian termenologi yang berasal dari bahasa Yunani “Curriculum” dan “Curere” dalam bahasa latin adalah seperangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajar/sisa dalam satu periode jenjang pendidikan.
Sementara itu, yang pesimistis dengan kurikulum mutahir mengolok-olok KTSP sebagai (K)urikulum (T)idak (S)iap (P)akai karena lahir terlalu premature (sebelum waktunya). Sumber kelemahannya bukan berada di mana-mana, melainkan ada pada guru sendiri. Seberapa banyak guru yang kreatif dan siap dalam spirit perubahan zaman yang disyaratkan KTSP? Bukankah pendidikan keguruan di negeri ini memang tidak membekali guru sebagai penyusun kurikulum? Selain persoalan guru, prasyarat lain seperti gedung dan komitmen pemerintah juga akan menjadi kendala yang serius. Kita khawatir kurikulum baru ini pun akan sama nasibnya dengan kurikulum-kurikulum lainnya.
Tak dapat dipungkiri, pendidikan yang baik adalah investasi yang tak ternilai untuk kemajuan bangsa. Maka, untuk menstandarkan materi-materi pendidikan yang diberikan dalam sekolah, disusunlah kurikulum oleh pemerintah sebagai pedoman sistematis yang wajib dilaksanakan bagi institusi-institusi pendidikan di Indonesia dalam materi pelajaran. Dengan begitu banyak poin penting yang diatur dalam kurikulum, penyusunan kurikulum yang tepat sangatlah krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Namun, di saat zaman reformasi ini, kurikulum yang dikeluarkan pemerintah senantiasa berubah secepat seseorang bosan dengan mainannya. Bahkan, dapat terlihat bahwa setiap kali berganti menteri pendidikan maka hampir dapat dipastikan kurikulum juga akan diubah. Kalau penulis istilahkan “ganti menteri ganti kurikulum”. Mungkin hanya ada perubahan sedikit didalamnya, namun dengan adanya menteri baru inginnya melakukan perubahan,  sayang sekali yang dirubah hanya nama, tidak lebih dari sekedar formalitas.  Apakah sering berganti-ganti kurikulum itu baik? Tergantung. Sebetulnya apabila kurikulum baru memang lebih efektif dan cocok dengan realita di lapangan, maka itu baik. Tapi, apa bila kurikulum itu tidak efektif dan sulit direalisasikan dengan sempurna, maka yang terjadi adalah kebingungan dan miskonsepsi (kesalahpahaman). Bila hal itu terjadi, maka yang paling menjadi korban adalah siswa, korban dari proyek Mendiknas dan menteri baru yang ingin “tampil beda”.
Hal ini sangat ironi dalam dunia pendidikan Indonesia, jika hal ini diteruskan lambat laun banyak penyelenggara pendidikan non-pemerintah yang bersaing dengan sekolah naungan pemerintah atau negeri. Kadang kala kita jumpai bahwa kurikulum yang diberikan sekolah swasta cenderung lebih baik ketimbang kurikulum dari pemerintah. Keplin-planan pemerintah mengonta ganti kurikulum pendidikan sebenarnya tidak masalah, yang dipermasalahkan hanya kualitas kurikulum tersebut apakah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran ataukah hanya akan membuat kebingungan para siswa karena selalu berubah-ubah tiap tahunnya. Pemakalah berharap semoga pemerintah lebih jeli lagi dalam mengganti kurikulum yang sesuai kondisi riil masyarakat, jadi tidak ada anggapan lagi “ganti menteri ganti kurikulum”.
  1. C.     Analisis Perubahan Kurikulum Dari 1947 – 2006
Seperti yang telah paparkan sebelumnya bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Banyak pertanyaan yang terlontar dari berbagai kalangan “Mengapa kurikulum di negara kita sering berubah? ”. Dan banyak juga pernyataan yang merupakan jawaban sinis dari pertanyaan di atas, ”Biasa, ganti Menteri Pendidikan, ya ganti kurikulumnya”. Benarkah demikian ?
Penulis menganalisa secara global tentang perjalanan sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia. Dalam perjalanan sejarah sejak Indonesia merdeka, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan berturut-turut, yaitu pada tahun 1947, tahun1952, tahun1964, tahun1968, tahun1975, tahun1984, tahun1994, dan tahun2004, serta yang terbaru adalah kurikulum tahun 2006. Dinamika tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan IPTEK dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Namun yang jelas, perkembangan semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan  perbedaannya terletak pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam mengimplementasikannya.
Dimulai pada tahun 1947, saat itu kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Peladjaran 1947 (sebutan kurikulum saat itu) merupakan pengganti sistem  pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism (pelaku pembaharuan) lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini.
Pada tahun 1952, kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan, dengan menggunakan sebutan Rentjana Peladjaran Terurai 1952.
Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Ciri yang paling menonjol dalam kurikulum 1952 adalah setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
Menjelang tahun 1964, dilakukan kembali penyempurnaan sistem kurikulum di Indonesia, yang hasilnya dinamakan Rentjana Pendidikan 1964.
Yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah penekanan pada pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional / artistik, keprigelan, dan jasmani.
Dari Kurikulum 1964 diperbaharui menjadi kurikulum 1968,  dalam hal ini terjadi  perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Penekanan dalam Kurikulum 1968, pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik.
Sebagai pengganti kurikulum 1968 adalah kurikulum 1975.  Dalam kurikulum ini menggunakan pendekatan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), mengarah kepada tercapainya tujuan spesifik, yang dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Dalam pelaksanaannya banyak menganut psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).
Menjelang tahun 1983, kurikulum 1975 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan perkembangan IPTEK. Sehingga dipertimbangkan untuk segera ada perubahan. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 dengan kurikulum 1984.
Kurikulum 1984 berorientasi kepada tujuan instruksional, didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa.
Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor
Materi pelajaran dikemas dengan menggunakan pendekatan spiral yakni pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah, semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan.
Pada tahun 1993, disinyalir bahwa pada kurikulum 1984, proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar yang  kurang memperhatikan muatan pelajaran, sehingga lahirlah sebagai penggantinya adalah kurikulum1994.
Ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, di antaranya adalah pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi). Dalam pelaksanaan kegiatan, guru harus memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Untuk mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen, divergen dan penyelidikan. Dan dalam pengajaran suatu mata pelajaran harus menyesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya adalah beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran.  Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu upaya penyempurnaan adalah diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994.
Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan, seperti penyempurnaan kurikulum, materi pelajaran, dan proses pembelajaran. Dengan dilaksanakannya UU No. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, sehingga sebagai konsekuensi logis harus terjadi juga perubahan struktural dalam penyelenggaraan pendidikan, maka bersamaan dengan hal tersebut terjadilah perubahan lagi pada kurikulum pendidikan.
Kurikukum yang dikembangkan pada tahun 2004 diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standard performan yang telah ditetapkan. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan. Implikasinya adalah perlu dikembangkan suatu KBK sebagai pedoman pembelajaran.
Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang, maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paket-paket kompetensi.
Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut :
  1. Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks.
  2. Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten.
  3. Kompeten merupakan hasil belajar yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran.
  4. Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur.
KBK berorientasi pada:
  1. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.
  2. Keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya.
KBK memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
  2. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
  3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
  4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
  5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
  6. Struktur kompetensi dalam KBK dalam suatu mata pelajaran memuat rincian kompetensi dasar mata pelajaran itu dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa.
  7. Struktur kompetensi dasar KBK ini dirinci dalam komponen aspek, kelas dan semester. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran, disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut.
  8. Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level.
  9. Perumusan hasil belajar adalah untuk menjawab pertanyaan, Apa yang harus siswa ketahui dan mampu lakukan sebagai hasil belajar mereka pada level ini?.
  10. Hasil belajar mencerminkan keluasan, kedalaman, dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian.
  11. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator.
  12. Perumusan indikator adalah untuk menjawab pertanyaan, Bagaimana kita mengetahui bahwa siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan?.
  13. Guru akan menggunakan indikator sebagai dasar untuk menilai apakah siswa telah mencapai hasil belajar seperti yang diharapkan. Indikator bukan berarti dirumuskan dengan rentang yang sempit, yaitu tidak dimaksudkan untuk membatasi berbagai aktivitas pembelajaran siswa, juga tidak dimaksudkan untuk menentukan bagaimana guru melakukan penilaian. Misalkan, jika indikator menyatakan bahwa siswa mampu menjelaskan konsep atau gagasan tertentu, maka ini dapat ditunjukkan dengan kegiatan menulis, presentasi, atau melalui kinerja atau melakukan tugas lainnya.
Yang paling mutahir adalah KTSP, Untuk menghindari dampak negatif yang kemungkinan terjadi seperti diuraikan di atas, perlu disosialisasikan secara luas dan benar esensi KTSP dan potensi dampak positif yang akan dihasilkannya di dalam praktik pendidikan di lapangan. Sikap kritis terhadap ide pembaharuan pendidikan memang perlu dikembangkan, tetapi harus disertai dengan sikap keterbukaan (open mindedness) dan keobjektifan di dalam menilai ide pembaruan tersebut. Agar kesetimbangan penyikapan ini dapat terjadi diperlukan penajaman yang cukup komprehensif, dengan mengedepankan sisi-sisi positif secara berimbang dengan potensi resiko yang dapat ditimbulkannya terutama bila ide pembaharuan tersebut tidak dipahami secara benar.
Ada beberapa hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengkritisi kebijakan Pemerintah tentang KTSP tersebut :
1)      Secara substansial nuansa reformasi kurikulum tidak mampu memaknai otonomi pendidikan yang sebenarnya. Reformasi setengah hati ini malah membingungkan pemangku kepentingan pendidikan, jangankan menyusun kurikulum, menjalankan kurikulum yang sudah adapun sulitnya setengah mati. Oleh karena itu, tepatlah orang melabeli KTSP sebagai kurikulum tidak siap pakai.
2)      Buaian sentralistik pendidikan yang selama ini terjadi telah menjadi virus yang mengerdilkan ide dan kreativitas satuan pendidikan dalam memberdayakan potensi dirinya. Penyakit ini telah coba diatasi dengan berbagai upaya oleh pemerintah. Misalnya, saat pemerintah pusat tercengang dengan minimnya pergulatan kreativitas sekolah, dikumandangkanlah paradigma otonomi pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah. Kenyataannya, institusi prasyarat manajemen berbasis sekolah seperti dewan pendidikan dan komite sekolah hanya hiasan struktur organisasi. Bukan sebagai alat vital organisasi. Mereka tak berdaya karena ketidaktahuan dan kebiasaan ketergantungan. Maklumlah, di Indonesia sistem manajemen pendidikan tak sefundamental kurikulum dan ujian. Lain halnya kebijakan try and error yang menyangkut kurikulum.
3)      Sudah rahasia umum, pendidikan keguruan di negeri ini tidak pernah menyiapkan guru dan sekolah menjadi pengembang kurikulum. Sementara dalam KTSP guru harus mampu menafsirkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi indikator dan materi pembelajaran, sekaligus menentukan sendiri metodologi didaktisnya agar tercipta harmoni pembelajaran yang efektif dan efisien. Paradoks KTSP dan kesiapan guru bisa menjadi musibah nasional pendidikan. Musibah intelektual ini sulit di-recovery dan butuh waktu relatif lama, apalagi jika dikaitkan dengan konteks global jelas terjadi ironi. Globalisasi memaksa terjadinya variasi dan dinamika sumber pengetahuan. Dulu guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Sejalan dengan globalisasi, guru bukan satu-satunya lagi sumber pengetahuan. Siswa memiliki peluang mengakses informasi dari berbagai sumber, dikenallah istilah on-line learning.
4)      KTSP menghadapi tantangan besar terkait keterpaduan informasi lokal, nasional, dan internasional. Kemampuan memadukan ini hanya bisa dilakukan oleh sumber daya yang memang disiapkan jauh-jauh hari, bukan oleh guru yang disiapkan secara instan melalui berbagai program pendampingan pengembangan kurikulum. Lebih berbahaya lagi jika sekolah akhirnya menjiplak panduan yang ditawarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Tujuan mulia KTSP pada akhirnya hanya akan melahirkan sekolah-sekolah ’kurung batok’, instan, dan kerdil kreativitas.
Sekedar untuk digaris bawahi bahwa secara substansial, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi, yaitu :
  1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
  2. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
  3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
  4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
  5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
 Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya, bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikan sesuai karakteristik Satuan Pendidikan dan keberadaannya, dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan, mulai dari tujuan, visi-misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, hingga pengembangan silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajarannya.
BAB III
PENUTUP
  1. A.     Kesimpulan dan Saran
Dari kajian di atas dapat ditarik satu benang merah bahwa kebijakan perubahan kurikulum merupakan upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia agar mempunyai daya saing dengan negara maju di era global, tentunya menuju perubahan yang lebih baik, inovatif. Bukan hanya sekedar formalitas sehingga orientasinya tidak pada “ganti menteri ganti pula kurikulum. Salah satunya menerapkan Standar Nasional Pendidikan dan Badan Nasional Standar Pendidikan sebagai acuan dasar pelaksanaan Pendidikan di Indonesia. Walaupun dalam perjalananya, Kebijakan perubahan kurikulum (sebut saja yang paling mutahir KTSP) mulai terlihat beberapa kelemahan, baik secara konseptual, muatan kurikulum maupun sistem pembelajaran. Alih-alih mereformasi, sekadar kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di mana pedoman dan alat ukur keberhasilannya masih tetap sentralistik.
Berarti secara substansial nuansa reformasi kurikulum harus mampu memaknai otonomi pendidikan yang sebenarnya. Reformasi pendidikan setengah hati akan membingungkan para pelaku pendidikan yang sebenarnya. Persoalan yang sering kita temui di lapangan jangankan menyusun kurikulum, menjalankan kurikulum yang sudah ada sulitnya bukan main. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya kongkrit untuk mengiringi suksesnya penyempurnaan kurikulum ini.

Langkah perbaikan itu ibarat pepetah tiada rotan akarpun berguna, maka pemerintah sebaiknya melakukan berbagai langkah perbaikan konsep dengan melibatkan pelbagai unsur/Stakholders pendidikan dan melakukan studi/penelitian lebih mendalam sebelum kebijakan tersebut bergulir.